Header Ads

4 Tahap Manajemen Waktu ala Steven Covey

Steven Covey membagi manajeman waktu pribadi kita menjadi empat tingkat. Pertama, yang termudah, adalah mencatat semua kegiatan yang akan kita lakukan. Misalnya: beli susu, servis mobil, mampir ke apotik, telepon supplier, isi pulsa, dan seterusnya. Setelah selesai melakukan salah satu dari kegiatan tadi, kita segera mencoretnya dari TO-DO LIST. Tidak ada yang salah dari manajemen waktu jenis ini, malahan menyenangkan karena memberikan fleksibilitas dan kebebasan. Paling – paling resikonya adalah kegiatan kita tidak terarah dan kelihatan tak bertujuan.

4 Tahap manajemen waktu
4 Tahap manajemen waktu

Generasi kedua manajeman waktu kita sedikit rumit karena melibatkan deadline dan prioritas.Setiap kegiatan memiliki tenggat waktu dan diatur berdasarkan tingkat kepentingannya. Berdasarkan daftar kegiatan di atas, kita merubahnya menjadi : beli susu – senin servis mobil – selasa mampir ke apotik – rabu telepon supplier – kamis isi pulsa – jumat makan malam bersama istri dan keluarga - Sabtu - 19.00 Kebanyakan dari kita berhenti sampai di sini. Satu-satunya kelemahan dari pengaturan jenis ini adalah tidak berorientasi jangka panjang. Prioritasnya tetap genting, bukan penting. Apa yang sebenarnya akan kita capai dengan melakukan kegiatan -kegiatan tadi ? Urutan manajeman waktu generasi kedua ini dimulai dari mengumpulkan semua kegiatan yang akan dikerjakan kemudian membaginya berdasarkan urutan waktu dan prioritas.

Generasi ketiga adalah manajeman waktu yang lebih efektif dan efisien. Sekaligus juga lebih rumit. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan jangka panjang. Berikutnya kita mengumpulkan semua kegiatan yang perlu dilakukan untuk mencapainya. Langkah terakhirnya adalah menyusun rangkaian kegiatan tersebut berdasarkan urutan waktu, hubungan dan prioritasnya.

Saya yakin sedikit orang yang menerapkan sistem manajemen waktu generasi ketiga ini karena tingkat kerumitannya. Padahal langkah pertama untuk mencapai kesuksesan personal adalah pengaturan waktu yang efektif dan efisien. Karena itu jangan heran melihat jumlah orang sukses yang sangat sedikit. Inilah salah satu alasannya.

Sukses itu memerlukan disiplin, perencanaan, dan pengorbanan. Sekilas, sistem ini kelihatan sempurna dan tanpa cacat. Memang demikian adanya! Yang hilang adalah fleksibilitas, hubungan dan spontanitas. Sebab semuanya sudah "direncanakan, dijadwalkan, dan ditargetkan." Hampir tidak ada ruang untuk kesalahan dan toleransi.

Kita seakan - akan diprogram untuk menjadi robot atau mesin. Tidak ada yang namanya perasaan ataupun hubungan yang kaya. Padahal kebutuhan aktualisasi diri menduduki tingkat tertinggi dari hierarki Maslow. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa orang mulai meninggalkan sistem yang nyaris sempurna ini.Manusia adalah makhluk yang memiliki keinginan dan kebutuhan. Mengabaikan sifat alami mereka akan membuatnya memberontak. Suatu sistem yang canggih tanpa peran aktif manusia akan membuat sistem tersebut hanyalah sebuah sistem yang tidak bisa berjalan dengan baik. Manajemen waktu generasi ketiga tidak dapat menjawab pertanyaan "Apa untungnya bagi saya jika melakukan semua yang dibebankan kepada saya?"

Generasi keempat dari manajemen waktu bertujuan untuk menutupi kelemahan generasi ketiga. Seperti halnya generasi ketiga memperbaiki kekurangan generasi kedua. Jadi seperti apakah manajemen waktu yang konon membuat kita bertindak lebih efektif dan efisien ini? Secara singkat, generasi keempat mengeser peran utamanya dari benda ke orang, dari jadwal kepada manusia. Kita lebih penting dari jadwal! Hubungan lebih penting daripada deadline, dan spontanitas lebih berharga daripada rutinitas. Hanya saja, tidak semua orang bisa menerapkan sistem ini bagi dirinya maupun organisasinya. Sistem ini hanya akan berhasil jika dipenuhi dengan kumpulan pemimpin yang juga dipimpin oleh seorang pemimpin.

Manajemen waktu generasi pertama bisa diterapkan oleh siapa saja. Generasi kedua membutuhkan seorang pemimpin dengan beberapa pengikut. Generasi ketiga manajemen waktu membutuhkan beberapa pemimpin dengan banyak pengikut.Sedangkan generasi keempat adalah manajemen waktu bagi pemimpin dengan banyak pemimpin lainnya. Situasi dan kondisilah yang mementukan sistem mana yang bekerja paling efektif dan efisien. Pahami hal ini baik-baik. Jangan pernah menembakkan rudal untuk membunuh seekor tikus!

No comments

Powered by Blogger.