[Makalah] Paragraf Deskripsi: Jenis, Contoh dan Cara Penulisannya

Daftar isi: [Tampil]
Deskripsi merupakan jenis paragraf yang isinya melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengalaman semua panca indera.
Tata cara penulisan paragraf deskripsi
Tata cara penulisan paragraf deskripsi

Jenis Paragraf Deskripsi dan Contohnya

Jenis-jenis paragraf deskripsi terbagi menjadi tiga, yaitu:
  • Deskripsi spasial, yaitu jenis paragraf deskripsi yang menggambarkan objek khusus ruangan.
Contoh:

Bangunan stadion itu terlihat kokoh sekali. Bangunan stadion olahraga itu tampak megah berdiri dengan pilar-pilarnya yang besar dan kuat. Dindingnya dicat dengan warna kuning muda. Di tengah stadion tersebut terhampar lapangan luas yang ditunggui rumput hijau.
  • Deskripsi subjektif, yaitu jenis paragraf deskripsi yang menggambarkan suatu objek seperti tafsiran atau kesan rasa penulis.
Contoh:

Dia memakai kemeja dan celana panjang berwarna hitam disertai dasi berwarna merah yang membuatnya terlihat gagah. Rambutnya dipotong pendek dengan model berantakan. Wajahnya yang putih itu terlihat serius ditambah dengan pandangan mata yang tajam yang mengarah pada partitur yang ada di depannya. Jarinya menari-nari ke sana kemari di atas piano, memberikan kesan kelembutan padanya.
  • Deskripsi objektif, yaitu jenis paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan apa adanya.
Contoh:

Dia adalah orang yang tegar menghadapi ujian Tuhan. Beberapa kali cobaan datang menimpanya. Namun, dengan ketabahan hatinya dia berhasil menyelesaikan itu semua. Sukses akhirnya ada di tangannya.

Prinsip Penulisan Paragraf Deskripsi

Dalam penulisan deskripsi ini ada beberapa prinsip. Pertama, dalam penulisan deskripsi ada satu clear dominant impression (kesan dominan yang jelas). Misalnya kalau kita ingin menjelaskan mengenai seekor anjing, penting kita memilih dan memberi tahu pembaca apakah anjing itu mengancam atau binatang yang jinak menyenangkan. Kita harus memilih satu kesan dominan itu, tidak bisa dua-duanya. Kesan dominan ini akan memandu kita memilih detail dan ketika disusun dalam kalimat akan menjadi jernih bagi pembaca.

Baca juga: Panduan Penulisan Pargraf Narasi

Yang kedua, Penulisan deskripsi bisa objektif atau subjektif, memberikan penulis pilihan kata, warna kata, dan suasana yang cukup luas. Misalnya, deskripsi objektif seekor penyu akan menyebutkan fakta tinggi, berat, warna, dan lainnya. Deskripsi subjektif tetap membutuhkan rincian objektif itu tetapi juga menekankan perasaan penulis terhadap penyu itu, dan juga kebiasaan dan personalitinya, seperti penyu tidak bisa bersuara, selalu berada di air (laut), tidak bisa melawan ketika di daratan, kondisi kesakitan.

Cara Penulisan Pargraf Deskripsi

Adapun tujuan dari penulisan deskripsi ini adalah untuk melibatkan pembaca sehingga ia bisa membayangkan sesuatu yang kita deskripsikan. Karena itu penting menggunakan detail yang spesifik dan konkret.

Selanjutnya, ada beberapa aturan dalam penulisan deskripsi, yaitu:
  1. Penulisan deskripsi bergantung pada detail konkret yang ditangkap oleh panca indera. Ingat, kita memiliki lima panca indera.
  2. Penulis harus hati-hati memilih detail untuk mendukung kesan utama yang dipilih. Atau dengan kata lain, penulis memiliki wewenang untuk menyingkirkan detail yang tidak sesuai dengan kesan utama.
  3. Deskripsi sangat sering bergantung pada emosi yang ingin ditunjukkan. Karena itu kata kerja, kata keterangan kata kerja, dan kata sifat lebih bisa digunakan untuk menunjukkan emosi dibandingkan dengan kata benda.
  4. Kecuali deskripsi yang bersifat objektif, kita harus yakin kesan utama yang dipilih itu membuat pembaca percaya (suatu kondisi mental yang kompleks menyangkut keyakinan, rasa, nilai, dan emosi).
Terakhir, terdapat strategi yang berupa langkah-langkah dalam penulisan deskripsi:
  1. Pertama coba sampaikan semua detail; kemudian kesan utama dibangun dengan detail ini.
  2. Pastikan detail Anda konsisten dengan kesan utama.
  3. Pilih emosi dan coba deskripsikan. Mungkin lebih sulit untuk memulainya tetapi akan berarti ketika sudah jadi. Meningkatkan kemampuan menulis deskripsi, menajamkan indera Banyak penulis frustasi karena cerita yang mereka tulis datar-datar saja dan tidak ada elemen kehidupan. Mengapa? Cerita tidak dalam dan tidak menarik karena pembaca tidak mendapatkan gambaran situasi yang jernih. Hanya melalui penulisan deskripsi penulis bisa mentransfer gambaran situasi yang hidup (antara lain karena menimbulkan emosi) dan jernih.
  4. Untuk bisa menulis deskripsi dengan baik, panca indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, perabaan) penulis menjadi penting.

No comments

Powered by Blogger.