[Makalah] Paragraf Eksposisi: Contoh, Jenis, dan Teknik Penulisan Lengkap

Daftar isi: [Tampil]
Eksposisi merupakan jenis paragraf yang menerangkan, menjelaskan, atau memaparkan suatu gagasan atau ide. Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.

Jenis Paragraf Eksposisi

Ada beberapa jenis paragraf eksposisi:
  • Eksposisi berita, yaitu paragraf eksposisi yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.
Contoh:

Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
  • Eksposisi ilustrasi, yaitu jenis paragraf eksposisi yang pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”
Contoh:

Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.
  • Eksposisi proses, yaitu jenis paragraf eksposisi yang sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
Contoh:
Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.
  • Eksposisi perbandingan, yaitu jenis paragraf eksposisi di mana penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
Contoh:

Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.
  • Eksposisi pertentangan, yaitu jenis paragraf eksposisi yang berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”
Contoh:

Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.
  • Eksposisi definisi, yaitu jenis paragraf eksposisi di mana terdapat batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.
Contoh:

Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.
  • Eksposisi analisis, yaitu jenis paragraf eksposisi di mana terdapat proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
Contoh:

Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Marilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Marilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut.
  • Eksposisi klasifikasi, yaitu jenis paragraf eksposisi yang membagi membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.
Contoh:

Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.

Lihat jugaMakalah Paragraf NarasiMakalah Paragraf Deskripsi
Contoh, jenis dan teknik penulisan paragraf eksposisi
Contoh, jenis dan teknik penulisan paragraf eksposisi

Teknik Penulisan Paragraf Eksposisi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis paragraf eksposisi, yaitu:
  • Data faktual
  • Penafsiran objektif
  • Fakta
Terakhir, ada beberapa teknik dalam menuliskan paragraf eksposisi:

  1. Teknik perbandingan, di mana kalimat utama membandingkan secara utuh baik kesamaan, perbedaan, keuntungan, atau kerugian. Teknik perbandingan ini biasanya menggunakan konjungsi “Jika dibandingkan dengan” atau “dibandingkan”.
  2. Teknik kontras, yaitu teknik yang hanya menjelaskan persamaan atau perbedaan. Biasanya berkonjungsi “berbeda dengan” atau “akan tetapi”.
  3. Teknik perincian, di mana kalimat utama merupakan hal umum. Tidak ada konjungsi yang menjelaskan tetapi memberikan gambaran secara umum.

No comments

Powered by Blogger.