Contoh Makalah Narasi dan Jenisnya [+Cara Penulisan]

Daftar isi: [Tampil]
Narasi merupakan salah satu jenis pengembangan paragraf dalam tulisan di mana rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir. Sebuah paragraf narasi harus memiliki suatu gagasan pokok yang didukung oleh gagasan-gagasan pendukung yang diwujudkan dalam kalimat-kalimat pendukung. Kalimat-kalimat tersebut berisikan rangkaian perbuatan yang diurutkan sesuai dengan urutan waktu dan tempat berlangsungnya.

Jenis Paragraf Narasi

Paragraf narasi dibagi menjadi dua jenis:
  • Narasi ekspositoris atau narasi teknis, yaitu paragraf yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat. 

Contoh:

Aku berjalan menuju halaman rumah-rumah yang sunyi. Aku terus berjalan di kota kecil yang sunyi, hingga kutemukan patung sepeda-sepedaan di tengah taman. Ada seorang gadis berbaju hijau mengintipku dari balik rerimbun daun. Aku mengejarnya. Lantas, ia berhenti di salah satu sudut taman. Kami berpandang-pandangan sebelum aku tahu ia benar-benar hilang. Bolak-balik aku mencoba untuk mencarinya. Sebelum aku benar-benar menemukannya, dering jam weker cukup mengejutkanku. Cahaya matahari sudah menerobos masuk jendela kamarku.
  • Narasi sugestif, yaitu paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa sehingga merangsang daya khayal pembaca tentang peristiwa tersebut.

Contoh:

Patih Pranggulang menyimpulkan dalam hati bahwa Tunjungsekar tak bersalah. Lalu dia segera membuat rakit dari kayu-kayu kering dan meminta kepada Tunjungsekar agar menaiki rakit yang akan dihanyutkannya ke tengah laut. Dengan pasrah, Tunjungsekar mengikuti saran Patih Pranggulang. Perlahan-lahan rakit itu bergerak meninggalkan pantai, makin lama makin jauh ke tengah laut. Patih Pranggulang memerhatikan rakit yang makin lama makin jauh ke tengah laut dan matanya berkaca-kaca.
Panduan Membuat Paragraf Narasi
Panduan Membuat Paragraf Narasi


Ciri-Ciri Paragraf Narasi

Selain jenis-jenis narasi, adapun ciri-ciri yang biasanya terdapat dalam paragraf narasi. Menurut Keraf (2000:136), paragraf narasi mempunyai ciri:
  1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  2. Dirangkai dalam urutan waktu.
  3. Berusaha menjawab pertanyaan: “Apa yang terjadi?”
  4. Terdapat konfiks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
  1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
  2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
  3. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
  4. Memiliki nilai estetika.
  5. Menekankan susunan secara kronologis.
Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.

Tujuan menulis narasi secara fundamental yaitu:
  1. Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan,
  2. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

Langkah Pembuatan Narasi

Terakhir, terdapat langkah-langkah dalam menulis narasi agar penulisan lebih efisien, berikut langkah-langkahnya:
  1. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan.
  2. Tetapkan sasaran pembaca kita.
  3. Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur.
  4. Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita.
  5. Rincian peristiwa - peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
  6. Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.

No comments

Powered by Blogger.