Mengenal Sistem Hukum yang Berlaku di Indonesia

Daftar isi: [Tampil]
Sistem merupakan suatu kebulatan yang terorganisasi dan sangat kompleks. Disamping itu, sistem juga berkutat mengenai susunan pandangan, teori dan asas yang teratur. Sedangkan hukum menurut Plato adalah sistem peraturan yang teratur dan tersusun dengan baik yang sifatnya mengikat bagi masyarakat.

Sementara menurut Aristoteles, hukum hanya sebagai kumpulan peraturan yang mempunyai sifat tidak mengikat. Undang-undang merupakan bentuk dan isi konstitusi yang berbeda. Oleh karena itu, kedudukan Undang-undang hanya untuk mengawasi hakim dalam melaksanakan jabatannya.

Mengenal sistem hukum di NKRI
Mengenal sistem hukum di NKRI

Sistem Hukum di Indonesia

Sistem hukum di Indonesia merupakan perpaduan antara hukum agama, hukum adat serta hukum negara Eropa. Hukum negara Eropa masuk di Indonesia, terutama dari Belanda sebagai bangsa yang pernah menjajah. Banyak peradaban dari Belanda yang diwariskan di Indonesia termasuk sistem hukum, karena Belanda menjajah selama kurang lebih 3,5 abad.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan adat. Bukti sejarah telah menunjukkan bahwa dulu di Indonesia terdapat banyak kerajaan Hindu dan Budha. Zaman kerajaan tersebut telah meninggalkan budaya yang sampai saat ini masih dapat dirasakan.

Salah satunya adalah peraturan adat yang masih kental sampai saat ini. Nilai-nilai hukum adat menjadi salah satu sumber hukum di Indonesia. Karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim, maka hukum agama juga dijadikan sebagai pedoman kehidupan dan sumber hukum.

Ciri-ciri Sistem Hukum

Sistem hukum mempunyai sifat yang mengikat dan menjadi dasar untuk melaksanakan sesuatu menurut kaidahnya. Ciri-ciri sistem hukum yang dianut di Indonesia antara lain terdapat perintah dan larangan serta adanya sanksi tegas bagi yang melanggar. Selain itu, perintah dan larangan tersebut harus ditaati oleh seluruh masyarakat.

Dengan demikian, tiap orang diwajibkan untuk menjaga ketertiban dalam bemasyarakat. Jadi, hukum meliputi segala sesuatu mengenai ketentuan dan aturan hubungan antara orang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut biasa disebut kaedah hukum, yakni peraturan-peraturan kemasyarakatan.

Sumber-sumber kaedah hukum tersebut ada banyak sekali. Diantaranya adalah norma agama yang merupakan aturan hidup mengenai perintah dan larangan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Norma Kesusilaan merupakan peraturan yang berasal dai hati nurani, misalnya saja bila ada yang kesulitan hendaknya kita menolong.

Sementara Norma Kesopanan adalah peraturan yang hidup di masyarakat. Misalnya saja, saat bertemu dengan orang lain hendaknya menyapa. Norma yang terakhir adalah Hukum, peraturan ini dibuat oleh penguasa yang bersifat mengikat mengenai perintah dan larangan. Contohnya tiap orang yang melakukan tindak pidana, maka akan ada hukumannya.

Tujuan dan Sumber Hukum

Tujuan dari hukum yakni untuk menjamin masalah kepastian hukum dalam masyarakat. Sehingga keadilan, kebenaran, ketentraman dan perdamaian terjamin. Selain itu juga untuk menjaga agar jangan sampai terjadi perbuatan main hakim sendiri.

Sementara itu, sumber hukum ialah segala sesuatu yang mempunyai kekuatan yang bersifat mengikat atau memaksa. Aturan tersebut apabila dilanggar  akan mendapatkan sanksi. Sumber hukum dapat ditinjau dari dua segi, yakni sumber hukum material dan formal.

Sumber hukum material dapat ditinjau dari ekonomi, sejarah, filsafat dan sosiologi. Sementara sumber hukum formal bersumber pada Undang-undang, Kebiasaan atau adat, keputusan hakim, traktat dan pendapat dari Sarjana Hukum.

Undang-undang merupakan peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum yang diadakan dan dipelihara oleh Penguasa Negara. Keputusan Hakim merupakan dasar keputusan dalam memutuskan perkara. Sementara Traktat adalah perjanjian yang mengikat warga negara dari negara yang bersangkutan. Traktat merupakan perjanjian formal dalam bidang ekonomi dan politik antar dua negara.

No comments

Powered by Blogger.