Mengenal Sejarah Daerah dan Asal-Usul Nama Banyuwangi

Daftar isi [Tampil]

Banyuwangi adalah sebuah daerah yang tidak hanya kental dengan cerita mistis tapi juga sejarah dan budaya. Salah satu ikon Banyuwangi adalah Tari Gandrung yang masih kerap dimainkan oleh masyarakat setempat dan dipertunjukkan ketika ada tamu, panen dan peringatan tertentu.

suasana pantai indah di banyuwangi
suasana pantai indah di banyuwangi

Sejarah dan Asal-Usul Nama Banyuwangi

Jika Anda update media sosial pastinya sudah tidak asing lagi dengan cerita KKN Desa Penari yang dikaitkan dengan Kota Banyuwangi. Lalu bagaimana sih sejarahnya? Kenapa bernama Banyuwangi? Dan kenapa disebut sebagai daerah dengan banyak penari?


1.      Kerajaan Blambangan dan Cinta Segitiga

Berbicara Banyuwangi tidak terlepas dari Kerajaan Blambangan, salah satu kerajaan Hindu yang ada di Jawa. Saat itu dipimpin oleh seorang  Raja bernama Prabu Sulahkromo dengan Patih Sidopekso, ia memiliki istri yang sangat cantik bernama Sri Tanjung.

Kecantikan Sri Tanjung membuat sang Raja jatuh cinta hingga ia tega mengutus patih untuk bertugas yang tidak masuk akal bisa dilakukan oleh manusia. Saat Patih  Sidopekso bertugas, Prabu Sulahkromo mulai merayu Sri Tanjung. Namun semua usahanya gagal.

2.      Fitnah Sri Tanjung

Cinta Sri Tanjung tak kunjung didapatkan, sang Raja melontarkan fitnah bahwa Sri Tanjung sudah menggoda dan melakukan perbuatan tidak senonoh kepadanya saat Patih Sidopekso bertugas. Ia sangat marah dan lebih mempercayai raja dibanding istrinya sendiri.

Sang istri menyangkal namun hal tersebut justru menambah kemurkaan Patih Sidopekso. Pertengkaran hebat terjadi dan Sri Tanjung diseret ke tepi sungai hendak dibunuh.

3.      Muncul Nama Banyuwangi

Sebelum dibunuh, Sri Tanjung mengucap sumpah sebagai bukti bahwa ia jujur dan menjaga kesucian. Sumpahnya yaitu apabila ia berbohong maka air sungai berbau busuk, tapi jika apa yang dikatakan benar maka air sungai menjadi harum.  

Patih Sidopekso langsung menghujamkan keris ke dada istrinya, darah bercucuran dan jasadnya langsung dilempar ke sungai. Namun seketika itu airnya menjadi sangat wangi, Patih Sidopekso menyesal dan berucap banyu wangi banyu wangi (air harum).

Salah satu ikon khas Banyuwangi adalah Tari Gandrung yang dulunya ditujukan untuk melawan penjajah. Dipelopori oleh seorang pria bernama Marsan yang menari secara terus menerus dan menuangkan bir ke penjajah agar mabuk kemudian dibunuh.

pentas tari gandrung banyuwangi
pentas tari gandrung banyuwangi

Saat ini tarian tersebut semakin berkembang dan dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Kesenian ini semakin terkenal pada tahun 2011 karena pemerintah setempat menggelar pertunjukan besar Gandrung Sewu. Jadi, tak heran jika Banyuwangi terkenal dengan tariannya.