Juknis BOS Reguler di Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020

Daftar isi [Tampil]

Sebelumnya draft Juknis BOS Tahun 2020 telah terbit pada 28 Januari 2020, Kini Peraturan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 8 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler telah final.

Juknis BOS 2020

Peraturan baru yang tertuang dalam Juknis BOS Reguler 2020 dapat dijadikan pedoman pengelolaan dana BOS SD, SMP, SMA, dan SMK. Bantuan Operasional Sekolah Reguler yang kemudian disingkat BOS Reguler merupakan sebuah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi Sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik.

Jujnis bos reguler terbaru
Juknis bos reguler terbaru

Perancangan Dana BOS Reguler ini memiliki tujuan untuk membantu biaya operasional sekolah dan meningkatkan aksesibilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik. Dana BOS Reguler tidak boleh sembarangan dilakukan karena harus berdasarkan prinsip-prinsip yaitu fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. 

Penerima Dana BOS Reguler

Menurut Pasal 4, Dana BOS Reguler nantinya akan diberikan kepada sekolah. Sekolah tersebut haruslah memenuhi syarat seperti telah mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik hingga batas waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi nyata di sekolah.

Sekolah yang dapat menerima dana BOS Reguler juga harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Dengan ini maka Dana BOS diharapkan dapat membantu meringankan beban peserta didik dan juga sekolah. 

Lihat juga: Permendikbud No. 19 Tentang Dana BOS 2020

Sekolah juga harus memiliki nomor pokok sekolah nasional dan izin operasional yang berlaku dan terdata di Dapodik. Sekolah juga harus memiliki jumlah peserta didik setidaknya minimal 60 orang selama 3 tahun terakhir serta sekolah bukan merupakan satuan pendidikan kerja sama. 

Pengaplikasian Dana BOS Reguler

Penyaluran dana BOS Reguler dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penyaluran dana alokasi khusus non-fisik. Dana reguler tersebut yang telah masuk ke rekening sekolah dapat langsung digunakan untuk penyelenggaraan operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Penyelenggaraan operasional tersebut meliputi penerimaan Peserta Didik baru, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran, administrasi kegiatan sekolah, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, langganan daya dan jasa, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, penyediaan alat multi media pembelajaran, dan pembayaran honor.

Pembayaran honor tersebut juga telah ditetapkan yaitu hanya dapat digunakan paling banyak 50% dari keseluruhan jumlah alokasi dana BOS Reguler yang diterima oleh sekolah. Dana BOS juga dapat digunakan untuk penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama.

Dalam Juknis BOS Tahun 2020, dana yang telah diterima oleh sekolah dapat digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB.