Mengenal Sejarah Pasar Tomohon, Pasar Extrim dari Sulawesi Utara

Daftar isi [Tampil]

Pasar Beriman Tomohon atau lebih dikenal dengan Pasar Tomohon merupakan pasar tradisional yang terletak di Sulawesi Utara. Bagian depan pasar ini beroperasi layaknya pasar tradisional pada umumnya. Namun beranjak ke bagian belakang, Anda bisa menemukan hal yang tergolong ekstrim.

tikus sawah bakar yang dijual di pasar tomohon
tikus sawah bakar yang dijual di pasar tomohon

Pasar yang terletak di Kota Tomohon ini sudah terekspos bahkan hingga mancanegara. Terutama pada bagian pasar yang menjual daging hewan tak lazim, seperti anjing, babi, kelelawar, hingga kucing. Terlepas dari dagangannya yang ekstrim, pasar ini termasuk dalam warisan budaya Indonesia.

Fakta Sejarah Pasar Tomohon

Termasuk dalam list warisan kebudayaan Indonesia, pasar unik dan ekstrim ini memiliki fakta sejarahnya sendiri. Beberapa di antaranya berhubungan dengan suku asli penduduk tanah Sulawesi Utara. Berikut 5 fakta sejarah Pasar Tomohon:


1.     Berdiri Sejak Zaman Nenek Moyang

Pasar tradisional ini berdiri sejak zaman nenek moyang. Beberapa literatur menyebutkan bahwa dulunya pasar ini berdiri sebagai tempat pertukaran barang, lalu berkembang merangkap menjadi tempat pertukaran menu makan juga barang lainnya.

Pasar ini sudah terdeteksi dan dijadikan sumber ekonomi setempat sejak tahun 1850 an, lalu dikelola oleh gubernur setempat dan dinyatakan sebagai pasar jual yang besar. Hingga kini Pasar Tomohon masih beroperasi dan tidak pernah sepi pengunjung.

2.     Terletak di Tanah yang Sejuk

Faktanya Pasar Tomohon terletak di tanah Minahasa yang sangat sejuk. Diapit oleh dua gunung yakni Gunung Lokon dan Gunung Mahawu membuat kekayaan alam sekitarnya sangatlah melimpah. Inilah yang membuat item barang yang dijual cukup lengkap.

Hasil bumi yang yang melimpah dengan kualitas teratas tidak hanya dijual di Pasar Tomohon, namun juga menarik para pembeli luar pulau untuk ikut dating. Tentunya komoditas yang beragam ini sempat jadi incaran para penjajah kala itu.

3. Dagangan Mainstream hingga Ekstrim

Terkenal akan pasar yang menjual ragam bahan pangan ternyata pasar ini juga menjual komoditas lainnya. Termasuk perabotan rumah tangga hingga pakaian sehari hari. Dagangan mainstream yang biasanya ada di pasar juga ikut tersedia lengkap di sini.

selain hewan tak lazim, di pasar ini ada juga ikan siap santap
selain hewan tak lazim, di pasar ini ada juga ikan siap santap

Namun yang unik adalah dagangan berupa hewan hidup atau mati. Bukan hewan ternak seperti ayam atau sapi, ternyata sejak zaman dulu Pasar Tomohon menjual hewan ekstrim, seperti ular, kelelawar, anjing, hingga hewan ekstrim lainnya.

4. Menyesuaikan dengan Kebiasaan Suku Setempat

Faktanya bahwa penjualan daging hewan ekstrim ada karena menyesuaikan dengan kebiasaan suku setempat. Suku Minahasa tepatnya, telah terbiasa mengkonsumsi berbagai makanan ekstrim dengan cara pengolahan tertentu.

Karenanya tidak aneh bila pengunjung akan disuguhkan dengan “atraksi” pembakaran atau penyembelihan hewan hidup untuk transaksi jual beli. Pemandangan seperti potongan kepala utuh atau ular yang menjuntai ke bawah bisa jadi hal lumrah di pasar ini.

5. Hewan Datang dari Kota Lain

Fakta terakhir yakni hewan didatangkan dari kota lain. Kekayaan alam Kota Tomohon ternyata tidak membuat item penjualan pasar mencukupi. Faktanya sejak dulu item penjualan, terutama hewan didatangkan pula dari luar kota hingga luar pulau.

Inilah yang selanjutnya membuat Pasar Tomohon kian terkenal dengan komoditasnya yang terbilang cukup ekstrim. Fakta ini juga yang membuat akulturasi terjadi dengan cepat di daerah ini. Dimana penjual diisi bukan hanya oleh penduduk setempat, tapi ikut diisi oleh orang Tionghoa.

Tertarik untuk mengunjungi pasar ekstrim ini? Siapkan mental untuk melihat berbagai hewan tak lazim yang bisa jadi dipenggal di depan mata Anda. Dengan mengunjungi Pasar Tomohon bukan hanya menjelajahi pasar unik, tapi juga berarti Anda sedang menapak di pasar dengan nilai sejarah tinggi di Indonesia.